Friday, 6 November 2015

Kopi Wamena dan Kopi Baliem, Kopi Bailem Arabica dan Baliem Blue Coffee

Banyak calon pembeli dan bahkan pelanggan lama masih bertanya "Apakah kopi Wamena itu sama dengan Kopi Baliem?" Atau "Apa baliem sama dengan Wamena?". Demikian disampaikan KSU Baliem Arabica lewat PAPUAmart.com sebagai Unit Sales & Marketing. Katanya PAPUAmart.com sering menjawab "Ya, dua-duanya dimaksudkan satu kopi yang sama!" Setelah dijawab juga sering mendapatkan tanggapan seperti ini, "Oh, jadi Baliem itu sama dengan Wamena ya?" yang artinya banyak orang tidak paham bahwa "Baliem" itu nama yang lebih asli dari Wamena, sama dengan dulu nama Irian Jaya dan Papua, di mana orang Papua menganggap nama Papua lebih asli dari pada nama Irian Jaya.

Dalam bahasa daerah di pegunungan tengah, untuk merujuk kepada orang dari Lembah Baliem biasanya disebut "Mbadlima mendek" yang artinya orang Baliem. Jarang dan aneh kalau di antara orang gunung sendiri menyebut seseorang itu "Orang Wamena". "Kami sendiri tinggal memanggil diri kami orang Wamena, tetapi kami orang Baliem", kate Ketua Koperasi Baliem Arabica, Selion Karoba. Menurutnya, nama Wamena itu ialah nama ibukota Kabupaten yang wilayahnya hanya di seputar kota Wamena. Kalau Baliem mencakup keseluruhan Lembah, yaitu sudah dikenal di seluruh dunia sebagai Baliem Valley, atau Lembah Baliem.

Nama Baliem juga terkait langsung dengan Kali Baliem atau Sungai Baliem. Sungai ini mengalir mulai dari Balingga di Puncak Jaya sampai berakhir di Laut, namanya satu saja, yaitu Sungai Baliem. Dan orang-orang yang mendiami sepanjang kali ini, khususnya di wilayah lembah besar atau dalam bahasa Inggris disebut Grand Valley ini disebut Baliem (Baliem Valley).

Menurut para antropolog, bahasa Lani yang digunakan di seluas wilayah Lembah Besar ini disebut bahasa Lani Lembah Besar (Grand Valley Dani) dan bahasa yang digunakan di bagian barat, mulai dari Kelela, Lanny Jaya, Tolikara, Puncak Jaya, dan Ilaga disebut Western Dani. Kata Ketua Koperasi Baliem Arabica, "Ya, kami sendiri tidak menyebut "Dani" tetapi "Lani", karena telah terjadi penamaan yang salah penamaan, yang harus disebut Lani jadinya Dani."

Nama Kopi Baliem terkait dengan nama Koperasi Baliem Arabica, yaitu sebuah Koperasi yang ddidirikan oleh para petani kopi yang berada di sepanjang Kali Baliem, tembus kabupaten, tanpa membedakan wilayah administrasi pemerintahan yang dipetak baru-baru saja. Nama Baliem tidak dibatasi oleh wilayah adminstrasi pemerintahan, karena ia mengikuti jalur perjalanan Sungai Bailem.

Koperasi Bailem Arabica yang didirikan tahun 2007 telah memproduksi Kopi Wamena sejak tahun 2009, dan kini dipasarkan di Jayapura dan wilayah Baliem dengan nama "Baliem Blue Coffee", yaitu kopi kedua atau ketiga yang telah dijuluki sebagai "blue" setelah Jamaica Blue Mountain Coffee, karena bibit dan varietas kopi yang ada di sepanjang Sungai Baliem ialah jenis yang ada di Jamaica sana.

Kami berharap dengan penjelasan in ada pencerahan buat para konsumen dan pengusaha Kopi di seluruh muka Bumi.

No comments:

Post a Comment