Saturday, 5 September 2015

Tengkulak Kopi Papua Merajalela, Pake Mobil Plat Merah, Plat Kuning maupun Plat Hitam

Menurut pengamatan Jhon Kwano sebagai penanggungjawab penjualan Kopi Papua lewat PAPUAmart.com saat ini menunjukkan memang begitu banyak tengkulak Kopi Papua merajalela di mana-mana.

Sangking banyaknya sehingga saya, Jhon Kwano sulit menyebutkannya. Yang bisa saya katakan, dan barangkali cara ini yang paling sopan menurut norma budaya Timur, ialah menyebutkan kelompok secara samar-samar sehingga tidak menyinggung/ mengotori nama oknum atau organisasi atau lembaga.

Paling tidak ada tiga kelompok, yaitu kelompok plat merah, kelompok plat kuning dan kelompok plat hitam. Kelompok plat merah saat ini gencar berkunjung langsung ke kebun-kebun kopi, berkampanye, membawa sekop, parang, dan pastinya uang, dan juga membawa "janji" bahwa kalau mereka terpilih, maka nasib Kopi Papua akan JAUH lebih mujur daripada kondisi saat ini.

Kelompok plat kuning datang dengan menawarkan harga yang lebih tinggi kepada para petani kopi. Mereka bilang,

Harga kopi yang dipatok KSU Bailem Arabica jauh terlalu rendah dan merugikan para petani. Koperasi menipu petani sendiri. Seharusnya harga kopi lebih tinggi. Timbangan yang digunakan Koperasi juga salah, seharusnya memakai cara timbangan kami.
Mereka membeli Kopi Papua dalam jumlah besar dan menjanjikan kali berikutnya mereka akan datang beli kopi dalam jumlah yang lebih banyak, dengan harga yang lebih mahal.

Yang berplat hitam datang mengatasnamakan kedua-duanya, yaitu yang berplat merah dan yang berplat kuning. Mereka lebih bergaya lagi. Tanpa uang, tanpa nama, tanpa identitas yang jelas, tetapi jangan salah, mereka memberikan "janji-janji yang lebih hebat lagi". Kata mereka, kalau mereka jual kopi sama mereka, maka rumah-rumah para petani akan disulap, karena mereka suruhan Presiden Joko Widodo, dan sejenisnya.

KSU Baliem Arabica saat ini sedang bergumul dan berdoa, tetapi tidak berkecil hati, apa lagi putus asa. Kami yakin, kami berasal dari sini, kami ada di sini, dan kami akan di sini selama-lamanya. Dia yang berplat apapun memang berduit, memang berkuasa, memang berkedudukan, memang dan memang, tetapi "memang-nya" dia hanya sementara, hanya untuk batas waktu tertentu, hanya kalau terpilih kembali.

Oleh karena itu, kami mengajak para pemain dan tengkulak Kopi Papua, para perusak harga dan mutu Kopi Papua, biarlah kiranya Tuhan yang empunya Tanah dan Manusia Papua berkunjung ke dalam hati dan rumah Anda sekalian, entah Anda pengendara plat merah, plat kuning ataupun plat hitam, biarlah Tuhan berbicara dan membuat Anda sadar, bahwa KSU Baliem Arabica bukan pendatang, bukan tamu, bukan sementara. Amin!

1 comment:

  1. Kami dari KSU Baliem Arabica diresahkan oleh agen-agen yang mengaku sebagai "agen langsung dari pemerintah" dan "kaki-tangan Presiden Joko Widodo" lalu melakukan rapat-rapat di kampung-kampung mengarahkan para petani Kopi di pegunungan Tengah Papua untuk selalu menjual kopi kepada mereka.

    Mereka memberikan tawaran harga tinggi kepada para petani.

    Ini merusak harga kopi Papua yang selama ini stabil.

    Dampaknya akan segera kita lihat akan muncul banyak orang mengaku Kopi Papua tetapi sebenarnya Kopi NON-PAPUA.

    ReplyDelete