Thursday, 21 May 2015

"Kenapa Harga Kopi Wamena Begitu Mahal Pak?"

Roasted Beans Kopi Papua
Judul cerita ini adalah pertanyaan yang sudah banyak kali, dan hampir semua orang yang kami tawarkan kopi Wamena katakan.Di awal-awalnya kami sulit menjawab pernyataan berupa keluhan seperti ini. Sering sekali ditulis dalam SMS atau email seperti ini, "Waduh, apa bisa dikurangi dikit Pak?", "Nggal terlalu mahal Pak?", "Apa bisa dikurangi Pak, soalnya saya juga mau jualan", dan sejenisnya. Nada-nada kalimat seperti ini dengan jelas memaksa kami sebagai penjual Kopi Wamena menurunkan harga.

Kami selalu menjawab, "Mohon maaf, sesuai keputusan Rapat Koperasi, kami jalankan perintah rapat, bukan keputusan pribadi, jadi tidak bisa merubah harga kopi". Untung saja harga kopi turut kami tetapkan dalam Rapat Anggota Koperasi.

Sudah berselang 3 tahun sekarang, dan pernyataan itu selalu saja datang. Jawaban kami saat ini kepada seluruh penikmat dan pembeli kopi di Indonesia sebagai berikut:

Barangsiapa punya harga diri atas tanah air dan bangsanya, dia pasti akan menghargai 'harga' Kopi Papua

Lewat pernyataan yang kami sampaikan pada "Signature" surat-surat yang dikeluarkan Marketing Manager KSU Baliem Arabica bermaksud menjelaskan bahwa Harga Kopi Papua bukan harus diterima karena biaya produksi begitu mahal saja, tetapi kita semua harus menghargai 'harga kopi Papua' sebagaimana adanya:
  1. Mengeluhkan harga kopi Papua sama saja dengan mengeluhkan nasib diri sendiri, di mana Wamena ada di dalam wilayah NKRI yang kondisinya serba mahal, yang menyebabkan Kopinya memang harus mahal. Maka untuk menerima fakta geografis ini secara mutlak, kita semua yang berdagang Kopi Kopi Wamena maupun yang menikmatinya seharusnya "menghargai"nya bukan mengeluhkannya.
  2. Kalau kita di Indonesia saja sudah muncul dengan keluhan apa yang kita maksudkan kepada konsumen di Amerika Serikat? Tidak tahukan wahai penikmat dan pedagang Kopi di Indonesia bahwa pedagang dan penikmat Kopi di Amerika Serikat dan di Eropa justru 'menghargai' harga Kopi Wamena dan mereka tidak pernah, sekali lagi tidak pernah sekalipun katakan, "Kopi Wamena Mahal!"?
  3. Kalua orang asing saja berani menghargai Kopi Wamena dengan harganya, apa bukti kita yang mengaku diri sebagai orang Indonesia, sebagai pemain kopi Indonesia, sebagia penikmat Kopi Indonesia? Apakah mengeluhkan harga kopi Wamena bukti nasionalisme kita? atau sebaliknya?
Semoga saja, dengan publikasi seperti ini dan dengan kesadaran kita semua, kita pada akhirnya harus tunduk kepada fakta mutlak di Indoensia bahwa memang ada harga kopi yang harus kami pertimbangkan, ada yang harus kami teruma, dan ada pula harga kopi yang harus kami hargai (appreciate).

Roasted Beans Kopi Indonesia

No comments:

Post a Comment