Sunday, 17 May 2015

Jhon Kwano: Banyak Orang Berharap Kopi Papua Murah, tetapi Faktanya Kami Tidak Sanggup Memurahkan Harga

Menanggapi pertanyana yang diajukan oleh salah satu konsumen kami yang menyatakan kopi Papua terlalu mahal baginya, maka saya, Jhon Kwano sebagai petugas marketing dari produk Kopi Papua dari KSU Baliem Arabica merasa berkewajiban menyampaikan informasi sekaligus sebagai penegasan bahwa harga Kopi Papua merupakan yang termahal di seluruh Indonesia, bahkan bisa jadi di seluruh dunia. "Alasan utama jelas karena biaya produksi begitu mahal," kata Kwano.

Menurut Kwano lagi,
"Kita bandingkan saja, Kopi Papua ini mulai dari kebun saja sudah harus diangkut dengan pesawat. Belum kita bicara tentang pengolahannya, pengeringannya dan pengiriman ke Jayapura. Dari Jayapura-pun kami harus membayar biaya pengangkutan ke dan dari Gudang Produksi di Kampung Harapan, Sentani, Jayapura."
Masih menurut Kwano bahwa sebenarnya KSU Baliem Arabica tidak bermental pengemis.
Kami tidak terlalu mengharapkan Pemerintah berbaik hati atau menghinabobohkan perusahaan kami, tetapi adalah kewajiban pemerintah. Sekali lagi, ini kewajiban pemerintah Indonesia, bukan hanya pemerintah provinsi Papua, untuk memperhatikan, mendorong dan menopang usaha-usaha kreatif dan usaha-usaha kecil di seluruh Indonesia. Jadi yang kami lakukan di sini adalah usaha kecil, karena kami berbentuk Koperasi.

Kalau saja pemerintah dari pusat sampai daerah memberikan fasilitas seperti subsidi biaya angkut, atau fasilitas lainya, pasti sekali harga kopi bisa turun. Tetapi itu hanya harapan, yang kami tahu akan sulit dipenuhi kalau kami bermental berharap pemerintah turun tangan.

Pasar di Indonesia harus sadar bahwa harga Kopi Papua sebegitu mahal dan kita sebagai pelaku usaha, konsumen kopi yang merasa diri mau memajukan negara Indoensia harusnya tidak perlu mengeluh. 

Pembeli kopi Papua dari Amerika Serikat dan Eropa saja tidak pernah kaget-kagetan lihat harga Kopi Papua. Mereka tahu persis kondisi geografis dna kondisi pembangunan di Tanah Papua sehingga mereka 'appreciative' terhadap harga yang kami pasang. Bedanya konsumen dan pemain kopi di Indonesia justru mengharapkan kopi Papua berharga sama dengan Kopi Jawa, padahal biaya produksinya sangat berberda. 
Selanjutnya Jhon Kwnao mengundang seluruh pengusaha, pedagang dan penikmat Kopi di Indonesia pada umumnya dan pemerhati Kopi Papua, terutama sekali orang Papua yang suka minum kopi untuk "appreciate the price as it is bearing in mind that the geographical and development conditions do contribute significantly to the cost".

Dengan semangat Revolusi Bisnis Kopi di Tanah Papua yang sedang digallakkan saat ini, Jhon Kwano mengundang semua pihak, terutama pemain kopi di Indonesia untuk menghargai harga kopi yang telah dipasang KSU Baliem Arabica.



No comments:

Post a Comment